Rangkaian gempa susulan di Cianjur, Jawa Barat, masih terjadi hingga Selasa petang ini, 22 November 2022.

Gempa terkini yang bisa dirasakan dicatat BMKG pada pukul 18.39 WIB.

Kekuatannya atau Magnitudo 2,9.

Gempa terukur dari berasal dari kedalaman dua kilometer saja dari episentrumnya di lokasi 11 kilometer barat daya Kabupaten Cianjur.

Guncangannya bisa dirasakan di Cianjur pada skala III MMI atau setara getaran yang dirasakan di dalam rumah seakan ada truk melintas.

Sebelumnya, per pukul 16 WIB, BMKG mengabarkan kalau sudah tercatat 140 gempa susulan dari gempa utama M5,6 yang terjadi pada Senin siang, 21 November 2022.

“Frekuensi kejadian menurun,” kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, lewat akun media sosial Twitter.

Daryono menyebut gempa utama itu sebagai gempa Sukabumi-Cianjur.

Ini karena pusatnya terpetakan BMKG berada di wilayah Sukalarang, Sukabumi.

“Ini merupakan jenis gempa tektonik kerak dangkal atau shallow crustal earthquake yang dipicu aktivitas sesar aktif pada zona sistem Sesar Cimandiri,” kata dia.

Ia juga menjelaskan alasan Magnitudo sebesar 5,6 namun begitu berdampak besar hingga banyak korban jiwa, terluka dan bangunan yang roboh.

Pertama, Daryono menerangkan, karena kedalaman gempa yang dangkal.

Kedua, karena struktur bangunan yang tidak memenuhi standar aman gempa.

“Hal terakhir adalah lokasi pemukiman berada di tanah lunak atau local site effect–efek tapak dan perbukitan.” Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat korban jiwa akibat Gempa Cianjur hingga saat ini, Selasa petang, mencapai 268 orang–namun baru 122 yang teridentifikasi.

Selain itu, 151 orang masih dalam pencarian.

Korban luka-luka 1.083 orang.

Warga mengungsi dilaporkan sebanyak 58.362 orang yang tersebar di beberapa titik.

BNPB juga mencatat Gempa Cianjur mengakibatkan kerusakan infrastruktur.

Terdata sebanyak 6.570 rumah rusak berat.

Kemudian rumah yang rusak sedang sejumlah 2.071 unit, rumah yang rusak ringan ada 12.641.

Data sebelumnya menyebut 1 unit pondok pesantren juga rusak berat, 1 RSUD rusak ringan, 8 unit gedung pemerintah rusak, 10 unit sarana pendidikan rusak, dan 3 unit sarana ibadah rusak.