Atap Mengalami Masalah Ini? 7 Tanda Anda Memerlukan Waterproofing Ulang!

Waterproofing yang sudah rusak atau tidak maksimal tak mampu melindungi atap dengan efektif. Lapisan ini sangat penting agar bangunan terhindar dari rembes, bocor, maupun sinar UV. Jika lapisan yang rusak dibiarkan, bangunan bisa mengalami kerusakan.

Pada umumnya, terdapat beberapa tanda yang mengharuskan Anda melakukan pengaplikasian ulang. Tidak perlu khawatir, tanda kerusakan yang ada membuat kita lebih waspada dalam melindungi bangunan. Mari simak dan pilih pelapis anti bocor yang sesuai!

7 Tanda Atap Memerlukan Waterproofing Ulang

Pada dasarnya, lapisan anti bocor memang perlu diaplikasikan lagi dalam kurun waktu tertentu. Namun di beberapa keadaan, hal ini juga perlu karena aplikasi yang kurang maksimal! Untuk itu, cek tanda-tandanya di bawah ini!

  • Muncul Noda Air di Langit-langit

Noda air menjadi hal yang perlu diwaspadai. Noda biasanya berwarna kekuningan atau kecoklatan. Awalnya terlihat kecil dan samar. Lama-kelamaan, ukurannya bisa melebar. 

Kondisi ini menunjukkan air sudah merembes dari atap. Lapisan pelindung kemungkinan tidak lagi bekerja dengan baik. Anda juga bisa melihat permukaan plafon menjadi lembab. 

Selain itu, cat sering mengelupas di area tersebut. Jika dibiarkan, kerusakan bisa semakin parah. 

  • Bocor saat Hujan Lebat

Kemudian, masalah bocor saat hujan lebat juga bisa diwaspadai. Air biasanya mulai menetes ketika curah hujan tinggi. Saat hujan ringan, atap terlihat masih aman. Kondisi ini adalah tanda bahwa lapisan waterproofing kian melemah. 

Celah kecil di atap tidak lagi tertutup sempurna. Tekanan air hujan yang besar membuat rembesan muncul. Anda mungkin melihat air masuk dari beberapa titik. Lantai juga menjadi basah dan terasa licin. 

Jika masalah terjadi, segera lakukan perbaikan. Ini karena bocor saat hujan lebat bisa melemahkan plafon dan struktur rangka yang ada.

  • Mulai Timbul Jamur dan Lumut

Atap Anda mulai timbul bercak jamur? Pertumbuhan jamur biasanya muncul di area yang sering lembab. Lumut juga mudah berkembang saat air sering menggenang. Kondisi ini menunjukkan atap tidak lagi terlindungi dengan baik. 

Selain itu, lapisan waterproofing kemungkinan sudah menurun kualitasnya. Anda bisa melihat warna kehijauan atau kehitaman di permukaan tertentu. Selain mengganggu tampilan, jamur bisa merusak material atap. 

Udara di dalam rumah juga menjadi kurang sehat. Lama-lama, kelembapan akan semakin menyebar. 

Baca juga

  • Tidak Bisa Menahan Sinar Matahari

Atap Mengalami Masalah Ini? 7 Tanda Anda Memerlukan Waterproofing Ulang!

Sumber : Pexels 

Ruangan di bawah atap terasa lebih panas dari biasanya dan suhu meningkat terutama saat siang hari? Kondisi ini menunjukkan lapisan pelindung sudah menurun fungsinya. Waterproofing yang baik seharusnya membantu meredam panas. 

Saat lapisan sudah aus, panas akan mudah masuk. Anda mungkin merasa penggunaan kipas atau AC menjadi lebih sering. Hal ini tentu berdampak pada kenyamanan dan biaya listrik. 

Atap juga lebih cepat mengalami pemuaian. Karena itu, penting untuk memilih lapisan anti bocor yang mampu meredam suhu ruangan dan lebih tahan lama.

  • Pengelupasan pada Atap

Pengelupasan juga menjadi tanda serius. Lapisan pelindung terlihat mengelupas atau terangkat di beberapa bagian adalah tanda usia material sudah lama. Paparan panas dan hujan terus-menerus pun mempercepat kerusakan. 

Ketika lapisan mulai terkelupas, air lebih mudah masuk. Anda mungkin tidak langsung melihat kebocoran. Namun, risiko rembesan akan semakin besar. Permukaan atap juga menjadi tidak rata. 

Kerusakan tidak boleh dibiarkan karena dapat menyebar ke area lain. Melakukan waterproofing ulang sejak tanda ini muncul bisa membantu melindungi atap secara optimal.

  • Usia Pelapis yang Telah Lama

Setiap bahan pelapis memiliki masa pakai. Seiring waktu, kualitasnya akan menurun. Lapisan menjadi lebih kaku dan mudah retak. Anda mungkin tidak melihat kerusakan secara langsung. 

Namun, perlindungan terhadap air sudah berkurang. Paparan cuaca terus-menerus mempercepat proses ini. Panas dan hujan bekerja tanpa henti. Jika usia pelapis sudah melewati batas wajar, risiko bocor akan meningkat. 

  • Genangan Air Lama Surut

Air hujan seharusnya cepat mengalir dan tidak tertahan. Jika genangan bertahan lama, permukaan atap bisa bermasalah. Lapisan pelindung mungkin sudah tidak rata. Kemampuan menahan dan mengalirkan air pun menurun. 

Anda mungkin melihat air mengumpul di satu titik. Kondisi ini meningkatkan risiko rembesan. Tekanan air yang terus ada bisa merusak lapisan lama. Untuk itu, penting memilih lapisan yang mampu menahan genangan air seperti Sikalastic-590 Deckseal.

Lapisan pelindung ini tahan terhadap genangan air dalam jangka waktu tertentu, tahan UV, dan mampu menjembatani rusak karena elastisitasnya. Produk juga tidak beracun dan terdiri dari satu komponen siap untuk diaplikasikan.

Tanda-tanda kerusakan waterproofing memang tidak boleh diabaikan. Ini karena masalah bisa menjalar lebih parah seiring berjalannya waktu. Selain memilih material berkualitas sejak awal, melakukan perbaikan segera adalah langkah tepat yang harus dilakukan. 

Lindungi Atap bersama Waterproofing Sika yang Berkualitas!

Berbicara waterproofing, Anda memang harus mempercayakannya pada produk yang berkualitas, seperti Sikalastic-590 Deckseal dengan berbagai keunggulannya.

Sika memang memiliki pengalaman selama 114 tahun dan telah menghandle berbagai proyek global, seperti Teater Royal Shakespeare di United Kingdom. Sika juga menjadi yang pertama dalam mencetuskan waterproofing semen di Indonesia.

Memilih pelapis anti bocor berkualitas seperti Sika sejak awal adalah langkah bijak. Anda tak perlu khawatir timbul tanda kerusakan seperti yang telah dibahas di atas! Bangunan lebih terlindungi dan tentunya tahan lama.

Sika memang telah dipercaya sejak lama. Kualitas dan kemudahan aplikasi menjadi hal utama. Siap mengaplikasikan waterproofing terbaik? Maksimalkan proteksi bangunan bersama Sika!